Peran Orang Tua Dalam Membersamai Pendidikan Anak

oleh : Cempaka Yuldani, S.Pd., M.Pd.

 

                                                                                                       مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ  

“Tidak ada suatu pemberian yang diberikan oleh seorang orang tua kepada anaknya yang lebih utama daripada adab
(budi pekerti) yang baik.”
(HR. Tirmidzi No. 1952, dinilai shahih lighairihi oleh Al-Albani)

Sejatinya, pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, sekolah, dan guru. Anak akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik apabila mendapatkan pendampingan yang selaras antara pendidikan di rumah dan di sekolah.

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan belajar, kedisiplinan, akhlak, serta sikap anak. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah agar proses pendidikan dapat berjalan dengan optimal.

“Anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna untuk belajar dengan baik. Mereka hanya membutuhkan orang tua yang hadir, mendengarkan, dan berjuang bersama mereka menghadapi setiap kesulitan belajar.”

Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak dalam belajar dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Pendampingan tidak selalu berarti orang tua harus mengajarkan semua materi kepada anak, tetapi lebih kepada menemani, mengarahkan, memberikan motivasi, dan membantu ketika anak mengalami kesulitan.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah mengisyaratkan makna mendalam tentang pengasuhan:
“Kerusakan pada anak mayoritasnya disebabkan oleh kelalaian orang tua yang mengabaikan mereka dan tidak mengajarkan hal-hal yang bermanfaat dalam agama maupun dunia sejak dini.”

Oleh karena itu, berikut ini beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk membersamai anak khususnya dalam pendampingan belajar, yakni diantaranya adalah:   

  1. sebisa mungkin orang tua dapat menyediakan waktu khusus untuk menemani anak belajar.
  2. membiasakan anak belajar secara mandiri dan teratur.
  3. menanyakan apa yang sudah dipelajari di sekolah.
  4. memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba mengerjakan tugas sendiri terlebih dahulu.
  5. membantu menjelaskan ketika anak mengalami kesulitan.
  6. memberikan apresiasi atas usaha anak dengan menghargai prosesnya bukan hanya melihat hasil akhirnya.
  7. serta menghindari memarahi atau membandingkan anak dengan teman atau saudaranya.

Dengan pendampingan yang baik, anak akan merasa bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan dan mendapatkan dukungan dari orang-orang yang menyayanginya.

Orang tua juga berperan dalam membantu anak belajar bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Pengawasan diperlukan agar anak terbiasa menyelesaikan kewajibannya tepat waktu. Namun, pengawasan sebaiknya tidak dilakukan dengan cara mengerjakan tugas anak. Orang tua dapat membantu dengan mengingatkan, memeriksa, dan memberikan arahan, sementara anak tetap diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugasnya sendiri.

Di samping itu, pendidikan anak akan lebih optimal apabila terdapat komunikasi dan kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah. Orang tua dan guru memiliki peran yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pendidikan dan pendampingan terbaik bagi anak.

Kerja sama antara orangtua dan sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:  menjalin komunikasi yang baik dan sopan dengan guru, mengikuti informasi dan arahan yang disampaikan oleh sekolah, menyampaikan kondisi atau kendala anak kepada guru dengan cara yang baik, tidak ragu untuk berkonsultasi apabila terdapat perubahan sikap atau kesulitan belajar pada anak, menghindari kesimpulan atau penilaian sebelum mendapatkan informasi yang jelas, menyelesaikan permasalahan melalui komunikasi dan musyawarah, memberikan kepercayaan kepada guru dalam mendampingi anak selama berada di sekolah. Begitu pula sebaliknya, sekolah dan guru juga harus dapat memberikan informasi kepada orang tua secara jelas dan bijaksana mengenai perkembangan anak didiknya. Dalam hal ini perlu dapat dipahami bahwa orang tua dan guru bukan dua pihak yang berseberangan, tetapi dua pihak yang bekerja bersama untuk kebaikan anak.

Dalam proses tumbuh kembangnya baik di rumah maupun di sekolah, anak mungkin mengalami berbagai permasalahan dengan teman, seperti salah paham, berebut, bercanda yang berlebihan, perselisihan, atau masalah lainnya. Ketika hal tersebut terjadi, orang tua diharapkan dapat menjadi pihak yang menenangkan dan membantu anak memahami masalah, bukan langsung mengambil kesimpulan atau menyalahkan pihak tertentu.

Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan orangtua :

  • Dengarkan cerita anak

Berikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan apa yang terjadi. Dengarkan dengan tenang tanpa langsung menghakimi.

  • Cari informasi secara utuh

Cerita anak perlu dipahami sebagai salah satu sudut pandang. Orang tua dan sekolah dapat bekerja sama untuk mengetahui kejadian secara lebih lengkap.

  • Libatkan guru

Apabila masalah terjadi di sekolah, guru dapat menjadi pihak yang membantu mencari informasi dan mendampingi penyelesaian masalah.

  • Ajarkan anak menyelesaikan masalah dengan baik

Anak perlu belajar bahwa setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan komunikasi, saling meminta maaf, memaafkan, dan belajar memperbaiki sikap.

  • Hindari memperbesar masalah

Permasalahan antar-anak sebaiknya tidak langsung dibawa menjadi konflik antar-orang tua. Setiap persoalan perlu diselesaikan dengan tenang, berdasarkan informasi yang jelas, dan mengutamakan kepentingan anak.

Apabila masalah cukup serius atau berulang, orang tua dan sekolah dapat melakukan komunikasi lebih lanjut untuk menentukan langkah pendampingan yang tepat.

Perlu dipahami bersama bahwa, anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai yang diajarkan apabila terdapat keselarasan antara rumah dan sekolah. Kebiasaan baik yang diajarkan di sekolah diharapkan dapat dilanjutkan di rumah, begitu pula sebaliknya.

Membersamai pendidikan anak membutuhkan kesabaran, komunikasi, dan kerja sama dari semua pihak. Orang tua mengenal anak dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sedangkan guru mendampingi anak dalam proses belajar dan bersosialisasi di sekolah.

Ketika orang tua dan sekolah saling mendukung, saling menghargai, serta terbuka dalam berkomunikasi, berbagai kesulitan yang dihadapi anak akan lebih mudah diselesaikan.

Pada akhirnya, yang kita harapkan bukan hanya anak yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga anak yang mandiri, bertanggung jawab, memiliki adab yang baik, mampu menyelesaikan masalah, dan tumbuh menjadi pribadi yang shalih serta bermanfaat bagi orang lain.

“Mari bersama-sama membersamai tumbuh kembang anak, karena pendidikan yang baik membutuhkan kerja sama antara rumah dan sekolah.”

Setiap peluh dan kesabaran kita dalam mendampingi anak belajar adalah bentuk ibadah yang bernilai mulia di sisi Allah SWT. Anak-anak adalah amanah, dan membersamai mereka dengan ilmu serta keteladanan adalah jalan kita menunaikan tanggung jawab tersebut. Semoga setiap langkah kecil kita dalam membimbing mereka hari ini, menjadi pembuka pintu jariyah yang tak terputus dan mengantarkan keluarga kita berkumpul kembali di jannah-Nya kelak. Aamiin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top