Oleh : Cempaka Yuldani
Menangislah ketika mendengar kabar meninggalnya orang berilmu. Itu pertanda Allahﷻ sedang mencabut cahaya ilmu dari bumi ini, sampai pada satu titik kita berjalan dalam gelapnya kesesatan. Rasulullahﷺ bersabda yang artinya : “Sejatinya Allahﷻ tidak akan mengangkat ilmu dengan cara langsung mencabutnya dari hati para hamba, akan tetapi dengan mewafatkan para ulama. Sampai jika tak tersisa lagi seorang alim, manusia akan mengangkat orang-orang yang bodoh untuk ditanyai, mereka pun berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.” (muttafaqun alayhi)
Al-baqo lillaah
Innalillaahi wa inna ilayhi rooji’un
Telah meninggal dunia, ulama besar ahlussunnah wal jamaah, pendiri pondok pesantren Minhajus Sunnah, Ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Beliau wafat pada hari Kamis, 11 Juli 2024 jam 13.35 di Bogor. Beliau disholatkan di Masjid At-Tohiriyah, Empang. Dan dimakamkan di TPU Wakaf LOS Lolongok.
Ustadz Yazid meninggal dunia pada usia 61 tahun. Sebelum meninggal dunia, Ustadz Yazid diketahui sempat menunaikan ibadah haji meski dikabarkan kesehatannya drop di Makkah. Namun Ustadz Yazid menghembuskan nafas terakhirnya di Indonesia.
Rohimahullah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas semasa hidup selain sibuk dengan aktivitas mengajar para santri di pondok, beliau juga aktif menjadi narasumber di Radio Rodja dan mengisi pengajian rutin dan tabligh akbar di berbagai kota di Indonesia. Beliau juga banyak menulis buku-buku keagamaan Islam dalam bahasa Indonesia. Diantaranya, Prinsip Dasar Islam: menurut al-Qur-an dan as-sunnah yang shahih, Mulia dengan Manhaj Salaf, Dzikir pagi dan petang dan sesudah shalat fardhu menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, Syarah Aqidah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah dan masih banyak lagi lainnya.
Kita tentu kehilangan lagi satu ulama Langit, ulama Ahlus Sunnah Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafidzahullahu ta’ala.
Allahﷻ memilih beliau untuk bertemu dengan Allahﷻ di hari yang baik, hari kamis yakni hari dimana diangkatnya seluruh amal-amal umat manusia untuk dilaporkan kepada Allahﷻ, wafat setelah menyelesaikan buku karyanya untuk umat yakni “Syarah Rukun Iman”.
Lihatlah betapa Allahﷻ memuliakan beliau rohimahullaah sungguh dengan akhir yang indah.
Semoga seluruh amal yang diangkat dan diterima adalah amal kebaikan dan hari-hari yang penuh pahala. Semoga Allahﷻ lapangkan dan luaskan kubur Rahimahullah Rahmatan Waasi’ah dan dijadikan taman-taman syurga dalam penantian hari akhir dan semoga kita semua yang mendapat berita ini semakin banyak yang bertaubat dan Kembali ke jalan Allahﷻ ke jalan yang Haq diatas MANHAJ SALAF di atas AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH. Karena salah satu tanda akhir zaman adalah ketika banyaknya ulama yang meninggal dunia diambil kembali oleh Allahﷻ.
Sungguh besar jasa beliau rohimahullaah dalam menanamkan tauhid kepada ummat, semoga Allah ﷻ membalas seluruh perjuangan Ustadz Yazid dengan surga Firdaus.
“Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”
Wallahu a’lam.
